Asbuton (aspal buton) adalah aspal alam yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Berbeda dengan aspal minyak hasil penyulingan minyak bumi, asbuton terbentuk secara alami dan tercampur dengan mineral batuan. Karena itu asbuton biasanya diolah dulu sebelum dipakai untuk perkerasan jalan.
Daftar Isi
Jenis-Jenis Asbuton

Aspal buton emiliki beberapa jenis dengan karakteristik dan penggunaan yang berbeda dalam pekerjaan perkerasan jalan. Pemilihannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan proyek, termasuk pada jasa pengaspalan. Berikut jenis-jenis Asbuton yang umum digunakan.
Ringkasan Jenis Asbuton
| Jenis | Bentuk | Cocok untuk |
|---|---|---|
| Asbuton butir | Butiran bitumen + mineral | Campuran panas dengan asbuton |
| Pracampur | Asbuton refine + aspal pen 60 | Campuran beraspal panas |
| Retona Blend 55 | Aspal modifikasi | Pengganti sebagian/seluruh aspal minyak |
| CPHMA | Campuran siap hampar | Daerah tanpa AMP, perbaikan jalan |
Asbuton Butir
Yang dihancurkan dan diayak menjadi butiran. Bitumennya masih menyatu dengan mineral, jadi kadarnya berbeda-beda tergantung produk. Untuk tipe Retona, kadar bitumen tercatat 10-35% dengan ukuran maksimum 1,2 mm.
Asbuton Pracampur (Preblend)
Gabungan dari butir hasil refine dengan kadar bitumen 60-90% dan aspal minyak pen 60 dalam komposisi tertentu. Karena sifatnya seperti aspal minyak termodifikasi, jenis ini bisa langsung dicampur dengan agregat.
Retona Blend 55
Aspal buton yang sudah diolah bersama aspal minyak. Menurut acuan Bina Marga yang dikutip jurnal, spesifikasinya bitumen minimal 90% dan mineral maksimal 10%.
Campuran Hampar Dingin (CPHMA)
Campuran agregat, aspal butir, bahan peremaja, dan bahan tambah lain. Produk ini berguna karena sebaran AMP belum merata di Indonesia, sehingga daerah tanpa AMP tetap bisa mengerjakan jalan.
Keunggulan Aspal Buton

Penelitian menunjukkan campuran dengan aspal punya stabilitas Marshall dan dinamis, kelenturan, serta daya lekat yang lebih tinggi, dan lebih tahan perubahan temperatur. Pada campuran HRS-B, salah satu studi mencatat kenaikan stabilitas sekitar 18,71% dengan Retona Blend 55 dibanding aspal konvensional. Angka ini lebih rendah daripada klaim brosur, jadi hasil di lapangan perlu dilihat apa adanya.
Selain itu, aspal buton adalah sumber daya dalam negeri, sehingga penggunaannya mengurangi ketergantungan pada aspal minyak.
Keterbatasan yang Perlu Dipahami
- Hasilnya bergantung pada jenis campuran dan mutu produk. Satu penelitian dengan agregat karang gunung menemukan nilai durabilitas terbaik justru pada campuran aspal pen 60/70 tanpa Retona, sedangkan stabilitas terbaik diperoleh dari kombinasi 50:50.
- Aspal buton butir mentah lebih sulit dicampur di AMP, sehingga banyak proyek memakai jenis pracampur.
- Kadar bitumen tiap produk berbeda, jadi rancangan campuran (mix design) harus diuji di laboratorium, tidak bisa disamakan.
Standar yang Mengatur
Penggunaan Asbuton pada proyek jalan mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018, meliputi:
- Divisi 6.5 — Campuran beraspal panas dengan Asbuton.
- Divisi 6.6 — Cold Paving Hotmix Asbuton.
- Acuan teknis: Spesifikasi Bina Marga untuk pekerjaan perkerasan jalan.
Penggunaannya di proyek jalan mengacu pada Spesifikasi Bina Marga 2018: Divisi 6.5 untuk campuran beraspal panas dengan aspal dan Divisi 6.6 untuk cold paving hotmix.
Kapan Layak Dipilih
Aspal ini apat dipertimbangkan berdasarkan kondisi proyek, metode pekerjaan, dan kebutuhan material perkerasan.
Lokasi Jauh dari AMP
Aspaln bisa menjadi alternatif ketika lokasi proyek jauh dari sumber campuran aspal, termasuk pada pekerjaan di Jasa Pengaspalan Cirebon.
Perbaikan Jalan Cepat
Jenis Asbuton tertentu dapat digunakan untuk metode hampar dingin, sehingga sesuai untuk pekerjaan perbaikan jalan tertentu seperti di area Jasa Pengaspalan Cikarang.
Sesuai Spesifikasi Proyek
Pemilihan Aspal tetap perlu mengikuti spesifikasi teknis dan kondisi lapangan, termasuk pada pekerjaan Jasa Pengaspalan Rangkasbitung.
Asbuton layak dipertimbangkan bila proyek berada jauh dari AMP, membutuhkan campuran hampar dingin untuk perbaikan cepat, atau spesifikasi proyek memang mensyaratkan aspal modifikasi.
Pengalaman Kami di Lapangan
Berikut contoh pekerjaan yang menggambarkan penerapan pengaspalan pada berbagai kondisi proyek.
| Luas | 500 m² |
|---|---|
| Material | Asbuton campuran beraspal |
| Tebal | 4 cm |
| Pekerjaan | Persiapan permukaan, penghamparan, dan pemadatan |
| Hasil | Permukaan jalan lebih rata dan siap digunakan untuk aktivitas kendaraan lingkungan |
| Luas | 750 m² |
|---|---|
| Material | Campuran beraspal dengan asbuton |
| Tebal | 5 cm |
| Pekerjaan | Perbaikan permukaan, penghamparan material, dan pemadatan |
| Kondisi | Area dengan aktivitas kendaraan operasional yang cukup tinggi |
| Luas | 400 m² |
|---|---|
| Material | Asbuton untuk pekerjaan perkerasan |
| Tebal | 4 cm |
| Pekerjaan | Perataan area, penghamparan, dan pemadatan |
| Hasil | Permukaan jalan lebih seragam dan nyaman dilalui |
FAQ Seputar Aspal Buton
Apa itu aspal buton?
Aspal buton adalah aspal alam yang berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Bitumennya terbentuk secara alami dan menyatu dengan mineral batuan, sehingga biasanya diolah dulu sebelum dipakai untuk perkerasan jalan.
Apa bedanya aspal alam ini dengan aspal minyak?
Aspal minyak dihasilkan dari penyulingan minyak bumi, sedangkan aspal alam dari Pulau Buton berasal dari deposit yang terbentuk secara alami. Karena masih bercampur mineral, kadar bitumen produk olahannya berbeda-beda dan perlu diuji di laboratorium sebelum dipakai.
Apa bedanya dengan Retona?
Retona adalah salah satu produk olahan aspal buton yang sudah dicampur dengan aspal minyak. Jadi Retona termasuk turunan dari aspal alam ini, bukan material yang sama sekali berbeda.
Apakah bisa dipakai untuk lapisan AC-WC dan AC-BC?
Bisa, dan penggunaannya pada kedua lapisan tersebut sudah banyak diteliti. Meski begitu, kadar aspal optimum tetap harus ditentukan lewat uji Marshall sesuai produk dan agregat yang dipakai.
Apakah lebih murah dibanding aspal biasa?
Tergantung jenis produk, jarak angkut, dan volume pekerjaan. Untuk proyek di dekat AMP, selisihnya bisa tipis, sedangkan untuk lokasi terpencil hitungannya bisa berbeda. Hubungi kami untuk penawaran sesuai lokasi proyekmu.
Bisa dipakai di daerah yang jauh dari AMP?
Bisa. Salah satu solusinya adalah campuran hampar dingin (CPHMA), yaitu campuran agregat, aspal buton butir, bahan peremaja, dan bahan tambah lain yang cocok untuk perbaikan jalan di wilayah tanpa AMP.
Standar apa yang dipakai untuk pekerjaannya?
Acuannya adalah Spesifikasi Bina Marga 2018, yaitu Divisi 6.5 untuk campuran beraspal panas dengan aspal buton dan Divisi 6.6 untuk cold paving hotmix.