AC-BC dan AC-WC (Asphalt Concrete Wearing Course) adalah lapisan aus paling atas yang langsung bersentuhan dengan roda kendaraan dan cuaca. AC-BC (Asphalt Concrete Binder Course) adalah lapisan antara di bawahnya yang mengikat dan menyalurkan beban ke lapisan pondasi. Keduanya sering dipasang berurutan, dan perbedaannya ada pada fungsi, ukuran agregat, tebal minimum, serta biaya.
Banyak pemilik proyek menerima penawaran pengaspalan tanpa tahu lapisan apa yang sebenarnya dibeli. Akibatnya, jalan yang seharusnya butuh dua lapis hanya dikerjakan satu lapis, atau sebaliknya anggaran terbuang untuk lapisan yang tidak perlu. Artikel ini menjelaskan perbedaan kedua lapisan, ketebalan dan spesifikasinya, cara menghitung kebutuhan material, dan gambaran biayanya.
Daftar Isi
Apa Itu AC-WC dan AC-BC
Keduanya termasuk Laston (Lapis Aspal Beton), yaitu campuran panas agregat bergradasi menerus dan aspal yang dicampur di AMP (Asphalt Mixing Plant). Dalam struktur perkerasan lentur, urutannya dari atas ke bawah adalah AC-WC, AC-BC, AC-Base, lalu lapis pondasi agregat.
- AC-WC adalah permukaan paling halus dan paling atas. Fungsinya menahan keausan, memberi kekesatan, dan melindungi lapisan di bawahnya dari air.
- AC-BC berada di bawah AC-WC sebagai lapisan pengikat yang membantu mengurangi tegangan pada struktur.
- AC-Base adalah lapisan paling bawah dari kelompok Laston. Lapisan ini dipakai terutama pada jalan berbeban berat.
Perbedaan AC-WC dan AC-BC
| Aspek | AC-WC | AC-BC |
|---|---|---|
| Posisi | Lapisan paling atas | Di bawah AC-WC |
| Fungsi utama | Tahan aus, kesat, kedap air | Pengikat dan penyalur beban |
| Agregat maksimum | Sekitar 19 mm | Sekitar 25 mm |
| Tebal minimum | 4 cm | 6 cm |
| Tekstur | Lebih halus dan rapat | Lebih kasar |
Sumber untuk ukuran agregat dan tebal minimum adalah Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Ringkasan Divisi 6 menyebut AC-WC berukuran agregat maksimum 19 mm dengan tebal minimum 4 cm, sedangkan AC-BC 25 mm dengan tebal minimum 6 cm.
Ketebalan dan Spesifikasi Teknis AC-BC Menurut Bina Marga
AC-BC adalah lapisan pengikat di bawah AC-WC, sehingga batas ketebalan dan mutu bahannya dibuat lebih ketat untuk menahan dan menyalurkan beban. Semua ketentuannya mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2), Divisi 6 tentang Perkerasan Aspal.
Ketebalan AC-BC
- Tebal nominal minimum AC-BC adalah 6 cm, lebih tebal dari AC-WC yang minimalnya 4 cm.
- Angka itu adalah tebal padat setelah pemadatan, bukan tebal saat dihampar, sehingga hamparan awal harus dibuat lebih tinggi.
- Lapisan perlu cukup tebal dibanding ukuran agregatnya supaya butiran besar bisa dipadatkan dan saling mengunci.
- Tebal sebenarnya di proyek ditentukan dari perhitungan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017, dan 6 cm adalah batas terendahnya. Studi jalan lingkungan sampai jalan penghubung umumnya menghasilkan AC-BC 6 cm di bawah AC-WC 4 cm.
- Setelah pekerjaan selesai, tebal terpasang dapat dicek dengan pengujian core drill dan dibandingkan dengan tebal rencana.
Spesifikasi Bahan dan Campuran AC-BC
- Kadar aspal dan batas angka Marshall tercantum di tabel spesifikasi dan dapat berubah antar revisi, jadi ambil dari Seksi 6.3 pada dokumen versi yang berlaku di proyek Anda.
- Ukuran agregat maksimum AC-BC adalah 25 mm, lebih besar dari AC-WC (19 mm), sehingga campuran lebih kasar dan kuat menahan beban.
- Agregat kasar yang tertahan ayakan No. 8 harus berupa batu pecah. Batas mutunya: abrasi maksimal 40%, soundness maksimal 12%, kepipihan maksimal 10%, dan kelekatan terhadap aspal minimal 95%.
- Sifat campuran dikontrol lewat uji Marshall yang mencakup stabilitas, kelelehan, dan rongga dalam campuran.
- Ketahanan terhadap air diuji lewat perendaman. Pada penelitian campuran AC-BC, standar Bina Marga mensyaratkan indeks kekuatan sisa minimal 90%.
Ketebalan dan Spesifikasi Teknis AC-WC Menurut Bina Marga
AC-BC adalah lapisan aus paling atas yang langsung menerima roda kendaraan, panas, dan air hujan, sehingga batas ketebalan dan mutu bahannya dibuat untuk menjaga permukaan tetap rapat dan awet. Semua ketentuannya mengacu pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Revisi 2), Divisi 6 tentang Perkerasan Aspal.
Ketebalan AC-WC
- Tebal nominal minimum AC-WC adalah 4 cm, lebih tipis dari AC-BC yang minimalnya 6 cm.
- Angka itu adalah tebal padat setelah pemadatan, bukan tebal saat dihampar, sehingga hamparan awal harus dibuat lebih tinggi.
- Lapisan tidak boleh lebih tipis dari batas ini karena butiran 19 mm butuh ketebalan yang cukup agar bisa dipadatkan dan saling mengunci.
- Tebal sebenarnya di proyek ditentukan dari perhitungan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017. Studi di Kuantan Singingi dan Balige By Pass sama-sama menghasilkan AC-WC 4 cm sebagai lapisan teratas.
- Setelah pekerjaan selesai, tebal terpasang dapat dicek dengan pengujian core drill dan dibandingkan dengan tebal rencana.
Spesifikasi Bahan dan Campuran AC-WC
- Ukuran agregat maksimum AC-WC adalah 19 mm, lebih kecil dari AC-BC (25 mm), sehingga campuran lebih halus dan rapat.
- Agregat kasar yang tertahan ayakan No. 8 harus berupa batu pecah. Batas mutunya: abrasi maksimal 40%, soundness maksimal 12%, kepipihan maksimal 10%, dan kelekatan terhadap aspal minimal 95%.
- Sifat campuran dikontrol lewat uji Marshall yang mencakup stabilitas, kelelehan, dan rongga dalam campuran.
- Kerapatan campuran penting karena AC-WC berfungsi sebagai lapisan kedap air yang melindungi lapisan di bawahnya dari rembesan.
- Kadar aspal dan batas angka Marshall tercantum di tabel spesifikasi dan dapat berubah antar revisi, jadi ambil dari Seksi 6.3 pada dokumen versi yang berlaku di proyek Anda.
Kapan Memilih AC-WC, AC-BC, atau Keduanya?
Pilihan lapisan aspal harus berdasarkan perhitungan teknis, bukan perkiraan atau anggaran.Untuk desain perkerasan jalan, acuan Bina Marga yang berlaku saat ini adalah Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 (03/M/BM/2024), yang menggantikan MDP dan Suplemen MDP 2017. MDP 2017 tetap dapat digunakan sebagai rujukan ketika membahas studi atau desain yang memang menggunakan edisi tersebut
Salah satu pekerjaan pengaspalan yang kami tangani berada di Jakarta Selatan dengan luas area sekitar 500 m². Pekerjaan menggunakan AC-WC dengan ketebalan 4 cm pada area yang telah dipersiapkan sebelum penghamparan.
Data pekerjaan:
- Lokasi: Jakarta Selatan
- Luas: ±500 m²
- Jenis lapisan: AC-WC
- Ketebalan: 4 cm
- Pekerjaan: penghamparan dan pemadatan lapisan aspal
- Kondisi: lapisan diterapkan setelah persiapan area dan pemeriksaan kondisi permukaan
Contoh ini menunjukkan bahwa AC-WC dapat digunakan sebagai lapisan permukaan ketika kondisi struktur di bawahnya telah dipersiapkan sesuai kebutuhan pekerjaan.
Jalan Lingkungan dan Perumahan dengan Lalu Lintas Ringan
Rekomendasi: biasanya cukup AC-WC di atas pondasi yang sudah padat dan stabil. Dasar teknis: tebal AC-WC minimal mengikuti batas spesifikasi Bina Marga, yaitu 4 cm. Lapisan tunggal hanya aman kalau pondasi dan drainasenya sehat, karena AC-WC dirancang sebagai lapisan aus, bukan penyalur beban utama. Yang perlu diwaspadai: jalan perumahan yang sering dilewati truk material atau truk sampah punya beban nyata yang lebih tinggi dari asumsi “lalu lintas ringan”. Hitung ulang sebelum memutuskan satu lapis.
Jalan Kabupaten atau Kota dengan Lalu Lintas Menengah
Rekomendasi: kombinasi AC-BC dan AC-WC. Dasar teknis: AC-BC menyalurkan beban ke pondasi, sedangkan AC-WC melindungi permukaan dari aus dan air. Pola dua lapis ini yang muncul pada hasil studi Balige By Pass di atas, dengan tebal minimal 6 cm untuk AC-BC dan 4 cm untuk AC-WC. Yang perlu diwaspadai: lapisan pengikat yang terlalu tipis biasanya baru terlihat masalahnya setelah musim hujan, lewat retak dan lubang.
Kawasan Industri, Jalur Truk, dan Pergudangan
Rekomendasi: AC-BC dan AC-WC sebagai dasar, dengan AC-Base pada beban yang sangat berat. Dasar teknis: beban truk berulang menuntut struktur yang lebih tebal. Contoh Kuantan Singingi di atas memakai AC-Base 80 mm di bawah AC-BC dan AC-WC. Angka itu hanya ilustrasi, dan tebal untuk proyek Anda harus dihitung dari beban lalu lintas rencananya. Yang perlu diwaspadai: memakai desain jalan lingkungan untuk area truk adalah kesalahan yang paling sering berujung pada perbaikan berulang.
Perbaikan Permukaan (Overlay)
Rekomendasi: sering hanya AC-WC, asalkan struktur di bawahnya masih sehat. Dasar teknis: kondisi struktur tidak bisa dinilai dari tampilan permukaan saja. Bina Marga memiliki metode desain lapis ulang berbasis pengukuran lendutan, misalnya dengan Benkelman Beam, yang menentukan tebal overlay yang dibutuhkan. Yang perlu diwaspadai: overlay di atas retak dan pondasi yang lemah hanya menutup masalah sementara, dan retakan lama akan muncul kembali ke permukaan.
Aturan praktis yang aman: pilihan lapisan ditentukan oleh beban lalu lintas dan kondisi tanah dasar, bukan oleh anggaran saja. Menghemat satu lapisan pada jalan berbeban berat biasanya berujung pada biaya perbaikan lebih besar.
Harga AC-WC dan AC-BC per Ton dan per m²
Harga aspal hotmix berubah mengikuti harga bitumen, wilayah, dan waktu, jadi angka di bawah ini adalah gambaran dan bukan penawaran. Kami mencantumkan tanggal pembaruan dan menjelaskan komponen biayanya agar Anda bisa menghitung sendiri sebelum meminta penawaran resmi.
Harga Aspal per m²
| Ketebalan | Jenis Aspal | Harga |
|---|---|---|
| 3 cm | AC-WC, HRS, III Laston, III Laston Spesial | Rp 165.000 |
| 4 cm | AC-BC, AC-WC, HRS | Rp 215.000 |
| 5 cm | ATB, AC-BC, AC-WC | Rp 265.000 |
Harga Material Aspal per Ton
| Jenis Aspal | Satuan | Harga |
|---|---|---|
| AC-BC | Ton | Rp 1.645.000 |
| AC-WC | Ton | Rp 1.710.000 |
| AC-WC IV A | Ton | Rp 1.750.000 |
Harga dapat menyesuaikan jenis material, volume pekerjaan, kondisi lokasi, kebutuhan teknis, dan jarak pengiriman.
Komposisi Material Aspal Concrete Wearing Course (AC-WC)
AC-WC adalah lapisan paling atas yang setiap hari menerima gesekan roda, panas matahari, dan air hujan. Karena itu, campurannya dibuat rapat dan bergradasi halus agar permukaan tahan aus, kesat, dan tidak mudah ditembus air. Bahan penyusunnya adalah:
- Agregat kasar: batu pecah berukuran maksimum sekitar 19 mm yang menjadi rangka campuran dan menahan tekanan roda kendaraan.
- Agregat halus: pasir atau abu batu yang mengisi rongga antar batu, sehingga tekstur permukaan menjadi halus dan padat.
- Filler: serbuk sangat halus, misalnya abu batu atau semen, yang menutup rongga terkecil dan memperkuat pengikat.
- Aspal: umumnya aspal keras penetrasi 60/70 yang melapisi seluruh butiran dan merekatkannya menjadi satu lapisan kedap air.
Komposisi Material Aspal Concrete Binder Course (AC-BC)
AC-BC berada di bawah AC-WC dan bertugas meneruskan beban dari permukaan ke lapisan pondasi. Campurannya lebih kasar dan berongga lebih terbuka dibanding AC-WC, karena yang dibutuhkan adalah daya dukung dan kekakuan, bukan kehalusan permukaan. Komposisinya terdiri dari:
- Agregat kasar: batu pecah berukuran maksimum sekitar 25 mm dengan porsi lebih besar, membentuk rangka kuat yang saling mengunci.
- Agregat halus: pasir atau abu batu dalam jumlah lebih sedikit, cukup untuk mengisi sebagian rongga tanpa melemahkan kuncian antar batu.
- Filler: serbuk halus yang bersama aspal membentuk pengikat kental agar campuran stabil menahan beban berulang.
- Aspal: jenis yang sama, yaitu penetrasi 60/70, dengan kadar yang umumnya lebih rendah dari AC-WC karena butiran kasar memiliki luas permukaan lebih kecil.
Mengapa Komposisinya Berbeda
Perbedaan komposisi mengikuti tugas masing-masing lapisan. AC-WC dirancang sebagai kulit pelindung yang rapat dan tahan aus, sedangkan AC-BC dirancang sebagai penopang yang kuat dan kaku. Kalau keduanya ditukar, permukaan jalan akan kasar dan cepat lepas butir, atau lapisan penopangnya justru terlalu rapat dan tidak efektif menyalurkan beban. Karena itu, proporsi tiap bahan harus mengikuti rancangan campuran laboratorium, bukan perkiraan di lapangan.

Cara Merawat dan Menangani Kerusakan Jalan Aspal AC-WC dan AC-BC
Jalan aspal yang dirawat sejak dini biasanya awet lebih lama dan jauh lebih murah dibanding jalan yang dibiarkan rusak dulu. AC-WC dan AC-BC punya letak dan tugas berbeda, sehingga cara merawat dan memperbaikinya pun tidak sama. Kalau Anda ragu menentukan penanganan yang tepat, konsultasikan dengan jasa pengaspalan Catinpaint yang bisa mensurvei kondisi jalan langsung di lokasi.
Menjaga Lapisan Aus AC-WC Tetap Awet
AC-WC berada paling atas dan menerima langsung roda kendaraan, panas, dan hujan, sehingga kerusakannya paling cepat terlihat.
Pemeliharaan rutin:
- Bersihkan permukaan dari debu, kerikil, dan tumpahan oli atau bahan kimia yang melunakkan aspal.
- Pastikan air hujan mengalir ke saluran dan tidak menggenang di permukaan.
- Tutup retak halus dengan bahan penutup retak (crack sealing) sebelum air masuk dan melebarkannya.
- Periksa jalan setelah musim hujan untuk menemukan lubang kecil sedini mungkin.
Penanganan kerusakan:
- Untuk lubang dan permukaan yang terkelupas, bongkar bagian rusak sampai batas yang padat, bersihkan, beri lapisan perekat, lalu isi dengan campuran AC-WC baru dan padatkan.
- Untuk kerusakan yang luas, kupas (milling) lapisan atas lalu hampar ulang AC-WC, atau pasang lapis ulang (overlay) bila struktur di bawahnya masih sehat.
- Kalau muncul alur roda atau amblas berulang di titik yang sama, curigai lapisan di bawahnya. Menambal permukaannya saja tidak akan menyelesaikan masalah.
Menjaga Lapisan Pengikat AC-BC Tetap Kuat
AC-BC berada di bawah AC-WC dan tidak terlihat, jadi masalahnya sering baru ketahuan setelah muncul gejala di permukaan.
Pemeliharaan rutin:
- Jaga drainase tetap lancar, karena air yang tergenang di sekitar badan jalan adalah penyebab utama melemahnya lapisan di bawah permukaan.
- Perhatikan tanda peringatan: retak berbentuk kulit buaya, permukaan bergelombang, atau air yang merembes keluar dari retakan.
- Jangan biarkan retak di AC-WC terbuka, sebab air yang masuk akan langsung sampai ke AC-BC.
- Batasi kendaraan yang jauh melebihi beban rencana, terutama pada jalan yang aslinya dirancang untuk lalu lintas ringan.
Penanganan kerusakan:
- Bongkar sampai seluruh bagian yang rusak terangkat, termasuk AC-WC di atasnya, bukan hanya permukaannya.
- Periksa dan perbaiki pondasi atau tanah di bawahnya sebelum memasang lapisan baru.
- Hampar ulang AC-BC dengan tebal sesuai rencana, lalu tutup lagi dengan AC-WC. Beri lapisan perekat (tack coat) di antara kedua lapisan agar tidak saling lepas.
- Setelah selesai, cek kepadatan dan tebal hasil perbaikan, misalnya dengan core drill.
Pertanyaan TerkaitAC-WC dan AC-BC
Tim kami siap menilai kondisi lokasi, menentukan lapisan yang tepat, dan menghitung kebutuhan material sesuai spesifikasi Bina Marga. Kirim luas area dan jenis jalan Anda, lalu dapatkan penawaran tertulis.
Jangan menebak. Ceritakan kondisi jalan dan beban kendaraan di lokasi Anda, dan kami bantu menentukan susunan lapisan yang sesuai, lengkap dengan rincian tebal dan biaya per lapisan.
Harga aspal berbeda tiap wilayah dan jarak dari AMP. Kirim titik lokasi dan luas pekerjaan, dan kami kirimkan perhitungan material dan jasa yang jelas, tanpa biaya tersembunyi.
Kerusakan di permukaan sering berasal dari lapisan di bawahnya. Kirim foto kondisi jalan Anda, dan kami bantu menilai apakah cukup tambal AC-WC atau perlu perbaikan sampai AC-BC.
Butuh suplai material atau paket pengaspalan untuk jalan kawasan, perumahan, atau area industri? Sampaikan volume, jadwal, dan lokasi proyek, lalu kami siapkan penawaran sesuai kebutuhan.