Aspal emulsi adalah campuran butiran aspal berukuran mikron dan air yang distabilkan oleh emulsifier. Kandungan aspal umumnya sekitar 55–70%, sedangkan sisanya air dan bahan pengemulsi, tergantung produk.
Berbeda dari aspal panas, aspal emulsi berbentuk cair pada suhu normal. Setelah diaplikasikan, air menguap atau terserap sehingga emulsi mengalami breaking dan menyisakan lapisan aspal yang melekat. Proses ini ditandai perubahan warna dari cokelat menjadi hitam.
Daftar Isi
Keunggulan Aspal Emulsi
Keunggulan dalam penggunaan dan aplikasi
- Memiliki daya rekat yang sangat kuat terhadap gravel/batuan kerikil
- Melapisi base untuk mengantisipasi resapan air
- Setelah digelar, permukaan lapisan tidak akan lengket
- Sedikit penggunaan solven
- Lebih ekonomis daripada penggunaan aspal cutback/aspal minyak
Jenis-Jenis Aspal Emulsi
Aspal emulsi diklasifikasikan berdasarkan dua hal, yaitu muatan listrik partikel dan kecepatan pecahnya. Klasifikasi ini mengacu pada spesifikasi teknis yang digunakan dalam pekerjaan jalan dan jembatan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga.
Berdasarkan Muatan Partikel
- Kationik (huruf C di depan kode, misalnya CSS-1, CRS-2): partikel bermuatan positif. Jenis ini paling umum dipakai di Indonesia karena melekat baik pada agregat dan tetap efektif pada kondisi lembap.
- Anionik: partikel bermuatan negatif, lebih cocok untuk agregat bermuatan positif seperti batu kapur.
- Nonionik: jarang dipakai untuk pekerjaan jalan umum.
Berdasarkan Kecepatan Pecah
- RS (Rapid Setting): pecah cepat, cocok untuk penyemprotan langsung di atas permukaan.
- MS (Medium Setting): pecah sedang, cocok untuk dicampur dengan agregat kasar.
- SS (Slow Setting): pecah lambat, cocok untuk dicampur dengan agregat halus dan lebih stabil saat diencerkan.
Contoh Pekerjaan Aspal Emulsi

Lokasi: Cikarang, Jawa Barat
Luas area: 1.000 m²
Jenis pekerjaan: Tack coat sebelum penghamparan AC-WC
Material: Aspal emulsi
Kebutuhan: ±10 drum
Pekerjaan meliputi pembersihan permukaan, penyemprotan aspal emulsi secara merata, dan pemeriksaan lapisan sebelum dilanjutkan dengan penghamparan AC-WC. Jumlah material disesuaikan dengan luas area dan takaran aplikasi yang ditetapkan pada pekerjaan.
Catatan: angka ±10 drum di atas hanya contoh. Untuk publikasi sebagai
Kegunaan Aspal Emulsi
Empat pemakaian utama aspal emulsi di pekerjaan jalan, lengkap dengan fungsi dan jenis yang lazim dipakai.
| Kegunaan | Cara Pemakaian | Fungsi | Jenis Aspal Emulsi |
|---|---|---|---|
| Tack CoatLapis Perekat | Lapisan tipis yang disemprotkan di atas permukaan aspal lama atau beton sebelum overlay dihamparkan. | Mengikat lapisan lama dengan lapisan baru agar tidak bergeser atau terkelupas. | CSS-1 (diencerkan)CRS-1 |
| Prime CoatLapis Resap Pengikat | Disemprotkan di atas lapis pondasi agregat sebelum dilapisi aspal. | Menutup pori-pori dan mengikat butiran agregat permukaan. | Banyak spesifikasi lebih sering menyebut aspal cair (cut-back). Aspal emulsi dipakai bila spesifikasi proyek mengizinkan. |
| Surface Dressing / Burtu / Chip Seal | Aspal emulsi disemprotkan, lalu ditaburi agregat halus dan dipadatkan. | Efisien untuk jalan berlalu lintas rendah hingga sedang. | Rapid setting, seperti CRS-2 |
| Slurry Seal dan Campuran Dingin | Campuran aspal emulsi, agregat halus, dan air. | Melapisi permukaan yang aus atau retak halus. Campuran dingin juga dipakai untuk tambal jalan berlubang (cold patching). | Sesuai spesifikasi proyek |
Selalu ikuti dokumen kontrak dan spesifikasi proyek dalam memilih jenis dan takaran aspal emulsi.
Harga Aspal
Digunakan sebagai bahan pengikat dan pelapis pada berbagai pekerjaan perkerasan jalan, terutama untuk membantu meningkatkan daya rekat material serta melindungi lapisan pondasi dari resapan air. Penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan teknis dan kondisi proyek. Untuk mengetahui perkiraan biaya material, Anda dapat melihat harga aspal terbaru sebagai referensi sebelum menentukan kebutuhan pekerjaan.
| Produk | Satuan | Harga |
|---|---|---|
| Aspal Emulsi | Per liter | Rp 18.000 |
| Aspal Emulsi | Per drum | Rp 3.300.000 |
Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Hubungi admin untuk penawaran terbaru sesuai volume dan lokasi proyek Anda.
Butuh hitungan kebutuhan atau penawaran proyek?
Kalkulator Perhitungan
Rumus dasar, contoh hitungan, dan kalkulator untuk memperkirakan liter dan biaya.
Rumus dasar
Kebutuhan emulsi (liter) = Luas area (m²) × takaran residu (liter/m²) ÷ kandungan residu aspal (desimal)
Contoh hitungan tack coat
Area 1.000 m², takaran residu 0,25 liter/m², kandungan aspal residu 60% (0,6):
1.000 × 0,25 ÷ 0,6 ≈ 417 liter emulsi
Kalkulator kebutuhan dan estimasi biaya
Isi semua kolom dengan angka lebih dari 0. Kandungan residu maksimal 100%.
Isi per drum bisa berbeda antar pemasok, jadi sesuaikan angkanya. Harga bisa berubah sewaktu-waktu dan belum termasuk ongkos kirim, kecuali admin menyebutkan lain.
Cara Pakai
- Persiapan permukaan: Bersihkan debu, lumpur, dan material lepas. Pastikan permukaan bebas genangan.
- Cek cuaca: Hindari penyemprotan saat hujan atau ketika hujan akan turun.
- Siapkan emulsi: Aduk material sebelum digunakan. Jika perlu pengenceran, gunakan air bersih sesuai spesifikasi.
- Semprotkan merata: Gunakan asphalt distributor untuk area luas atau alat semprot untuk area kecil. Hindari bagian yang kosong maupun menggenang.
- Tunggu emulsi pecah: Tunggu hingga warna berubah dari cokelat menjadi hitam dan permukaan tidak lagi basah.
- Lanjutkan pekerjaan: Setelah emulsi siap, lanjutkan dengan penghamparan aspal atau agregat sesuai kebutuhan.
Penggunaan aspal perlu dilakukan dengan tahapan yang tepat agar daya rekat dan fungsi lapisannya dapat bekerja optimal. Berikut langkah dasar penggunaan emulsi dalam pekerjaan perkerasan jalan.
Penyimpanan dan Keselamatan
Simpan aspal dalam wadah tertutup, teduh, dan hindari suhu ekstrem. Jangan mencampur emulsi dengan jenis yang berbeda tanpa uji kompatibilitas. Gunakan sarung tangan, kacamata pelindung, dan sepatu kerja saat menangani material, serta ikuti lembar data keselamatan (SDS) dari pemasok.
Standar dan Acuan Teknis
Sebutkan dan tautkan acuan resmi di artikel Anda, misalnya:
- SNI tentang spesifikasi aspal emulsi kationik (cek nomor dan tahun terbaru di situs BSN)
- Spesifikasi Umum Bina Marga, divisi pekerjaan aspal dan lapis perekat
- Lembar data produk dari pemasok
Membutuhkan pekerjaan pengaspalan menggunakan material yang sesuai dengan kondisi lokasi? Tim kami melayani jasa pengaspalan Jakarta, Tangerang, Bekasi, Jakarta, dan beberapa area lainnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Emulsi memakai air sebagai pelarut, sedangkan aspal cair memakai pelarut minyak seperti kerosin atau bensin. Emulsi lebih ramah lingkungan dan aman, sedangkan aspal cair sering dipilih untuk prime coat tertentu.
Tergantung jenis, suhu, kelembapan, dan angin. Jenis rapid setting bisa pecah dalam hitungan menit hingga jam, sedangkan slow setting butuh waktu lebih lama. Patokan di lapangan adalah perubahan warna menjadi hitam.
Bisa, dengan campuran dingin (cold mix) untuk perbaikan sementara atau ringan. Untuk perbaikan struktural pada jalan berlalu lintas berat, umumnya dibutuhkan aspal panas.
Tergantung jenis dan pemakaian. CSS-1 untuk tack coat biasanya diencerkan, sedangkan CRS-2 biasanya dipakai tanpa pengenceran. Ikuti spesifikasi dan rekomendasi produsen.
Minta datasheet, hasil uji lab, informasi kemasan, dan referensi proyek. Pastikan produk sesuai standar yang berlaku.